1.
Pentingnya
Komunikasi yang Efektif dari Pemimpin Organisasi
Komunikasi
dengan kepemimpinan sangat erat hubungannya. Seorang pemimpin harus memiliki
wawasan yang luas, jujur, bertanggung jawab, berani dalam mengambil keputusan,
dan ia juga harus mempunyai keahlian berkomunikasi yang sangat baik. Karena
komunikasi dapat menentukan berhasil atau tidaknya seorang pemimpin dalam
menjalankan tugasnya. Setiap pemimpin pasti memiliki bawahannya dimana
bawahannya tersebut akan mengeluarkan gagasan/ide yang akan dipaparkan.
Sehingga seorang pemimpin tersebut dapat mengambil keputusan berdasarkan
gagasan/ide tersebut. Namun, terkadang pemimpin sebuah organisasi tidak dapat
berkomunikasi secara efektif. Apakah komunikasi yang tidak efektif dari seorang
pemimpin organisasi mempengaruhi kinerja anggota dalam mencapai tujuan
organisasi?
2.
Strategi
Komunikasi yang Efektif
Secara garis besar, komunikasi dapat dibedakan
antara komunikasi verbal dan non-verbal. Di antara jenis komunikasi non-verbal
adalah komunikasi tertulis. Di kehidupan nyata kita kering menemukan
orang-orang yang gagap dalam menyampaikan ide-idenya secara lisan, namun mampu
penyampaian secara tertulis baik berupa proposal penelitian dan menyusun
laporan penelitian.
Sebagaimana
sering dikatakan, komunikasi adalah sebuah kegiatan mentransfer sebuah
informasi. Namun, tidak semua orang mampu melakukannya dengan baik.
Bagaimanakah caranya agar kita mampu melakukan komunikasi yang baik, komunikasi
yang dua arah, komunikasi yang efektif, sehingga target informasi yang harus
disampaikan ataupun diserap sesuai dengan harapan?
3.
Strategi
Komunikasi Organisasi dari Pimpinan ke Anggota (Downward Communication)
Kegagalan dalam
organisasi banyak yang disebabkan oleh kurang tertatanya komunikasi yang
dilakukan para pelaku di organisasi tersebut. Komunikasi yang tidak efektif
adalah akar utama permasalahan dalam organisasi. Komunikasi yang efektif antara
pimpinan dan anggota menjadi faktor penting bagi pencapaian tujuan suatu
organisasi. Pemimpin organisasi sebagai leader memiliki peran penting dalam
komunikasi. Untuk itu dalam makalah ini akan dibahas mengenai strategi
komunikasi organisasi dari pimpinan ke anggota.
4.
Strategi
Komunikasi dari Anggota ke Pimpinan (Upward
Communication)
Komunikasi
ke atas lebih sulit dibandingkan komunikasi ke bawah. Ada empat alasan yang
mendasari mengapa komunikasi ke atas terlihat amat sulit. Pertama, adanya
kecenderungan pegawai menyembunyikan pikiran mereka. Kedua, pegawai cenderung
melihat pimpinan tidak akan tertarik dengan masalah yang sedang mereka hadapi.
Selanjutnya, seringkali pimpinan tidak berhasil memberi penghargaan kepada
pegawai yang telah melakukan komunikasi ke atas. Terakhir, adanya perasaan
bahwa pimpinan tidak dapat dihubungi dan tidak tanggap pada apa yang
disampaikan pegawai.
Anggota merasa dirinya tidak memiliki kuasa untuk
menyampaikan sesuatu kepada pimpinan. Kalaupun ada, itupun adalah sesuatu yang
mereka terima dari sesama karyawan. Anggota organisasi merasa kesulitan untuk
berkomunikasi ke atas karena alasan adanya perasaan bahwa pimpinan tidak dapat
dihubungi dan tidak tanggap pada apa yang disampaikan pegawai. Jadi masalah
yang ingin dibahas adalah mengenai strategi komunikasi dari anggota ke
pimpinan.
Upaya
Optimalisasi
1.
Pentingnya
Komunikasi yang Efektif dari Seorang Pemimpin Organisasi
Kepemimpinan
yang berhasil mempengaruhi orang lain sangat ditentukan oleh keterampilan dan
kemampuan menjalankan fungi komunikasi secara baik karenanya komunikasi yang
baik dan menjadi efektif akan ditentukan pula oleh kepercayaan dan keyakinan
seorang pemimpin dalam memimpin untuk mempengaruhi bawahan. Keyakinan dan kepercayaan
hanya dapat terbentuk apabila pemimpin menyadari suatu lingkungan yang harmonis
antara pimpinan dengan para bawahannya yang dapat benar-benar berkomunikasi
dengan baik yang sejalan dengan makna fungsi komunikasi.
Komunikasi yang
efektif dari seorang pemimpin sangatlah penting karena akan mempengaruhi
kinerja anggota dalam mencapai tujuan organisasi, hal ini dikarenakan tiga
alasan utama, yaitu:
a. Komunikasi
menyediakan saluran umum untuk proses manajemen, yaitu merencanakan,
mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan.
b. Keterampilan
komunikasi yang efektif dapat membuat pemimpin menggunakan berbagai bakat yang
tersedia dalam dunia multibudaya dari organisasi.
c. Kenyataan
bahwa pemimpin banyak menghabiskan waktunya untuk berkomunikasi. Jarang sekali
kita menjumpai pemimpin sendirian di mejanya berpikir, membuat rencana, atau
mempertimbangkan berbagai alternatif.
d. Pemimpin
merupakan ujung tombak pencapaian visi dan misi suatu organisasi. Jika pemimpin
tidak dapat berkomunikasi dengan efektif maka akan terjadi kekacauan.
2.
Strategi
Meningkatkan Komunikasi yang Efektif
Komunikasi
efektif dapat dilakukan oleh setiap orang. Jika ada yang merasa tidak mampu,
hal ini lebih karena masalah kebiasaan saja. Melatih orang berkomunikasi
sederhana secara efektif bisa dilakukan dengan langsung pada prakteknya.
Walaupun sepintas sepele, hal ini dapat membantu setiap individu untuk mencapai
sebuah kesuksesan baik di dalam kehidupan pribadinya maupun dalam kehidupan
karirnya.
Untuk dapat melakukan komunikasi efektif,
sebuah sumber menyatakan ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan yaitu menganalisa,
menyalahkan, menghakimi, menasehati, dan menginterogasi.
Yang
tak kalah pentingnya dalam melakukan komunikasi efektif adalah keterampilan
mendengarkan dan bertanya. Dalam proses berkomunikasi, seseorang harus mampu
mendengarkan dan memahaminya dengan baik. Kemudian mengajukan
pertanyaan-pertanyaan yang saling memiliki keterkaitan dan mengarah pada suatu
solusi. Sehingga tujuan utama dalam komunikasi yang efektif adalah sebuah win-win
solution. Tak ada satupun orang yang mau disalahkan. Inilah konsep dasar
dari komunikasi efektif.
Tak
elok rasanya bila dalam berkomunikasi, satu pihak terus-terusan berbicara,
sementara pihak lainnya terus-terusan mendengarkan. Sehingga tidak terjadi
komunikasi dua arah. Komunikasi efektif atau dalam beberapa kasus sering
diartikan sebagai diplomasi, perlu dilakukan untuk dapat membangun sebuah
kesamaan keinginan dari sebuah informasi yang disajikan. Sehingga tujuan yang
ingin diraih dapat dicapai secara bersama-sama.
Ketika
anda ingin berkomunikasi dengan orang lain, lakukanlah dengan efektif. Dalam
kondisi apapun disarankan agar anda selalu dapat melakukan komunikasi secara
efektif. Contoh sederhana, lihatlah orang yang akan diajak bicara sudah siap
atau belum menerima informasi atau pertanyaan dari kita. Kalau belum, tunggulah
dulu sampai benar-benar dia siap. Dengan berkomunikasi efektif kita dapat
menunjukan kepribadian yang berkarakter positif dan membuka diri untuk selalu
tumbuh dan berkembang menuju kesuksesan secara bersama-sama.
Perbedaan
antara komunikasi efektif dan tidak efektif dapat dilacak sampai seberapa jauh
pihak-pihak yang berkomunikasi menangani empat aspek proses komunikasi:
1. Perbedaan
persepsi
Ini adalah salah satu hambatan komunikasi
yang umum dijumpai. Orang yang mempunyai latar belakang pengetahuan dan
pengalaman berbeda sering menerima fenomena sama dari perspektif yang berbeda.
Seandainya seorang supervisor baru memuji seorang karyawan atas kerja yang
efisisen dan bermutu tinggi. Supervisor itu benar-benar menghargai usaha
karyawan tadi dan pada saat yang sama ingin mendorong karyawan yang lain untuk
meniru contoh tersebut. Akan tetapi, orang lain mungkin menganggap karyawan
tadi membedakan diri untuk dipuji sebagai tanda dia telah menjilat pimpinan.
Mereka mungkin bereaksi dengan menggoda atau menunjukkan permusuhan secara
terbuka. Persepsi individu mengenai komunikasi yang sama dapat berbeda secara
radikal.
Cara untuk mengatasi perbedaan persepsi
adalah pesan harus dijelaskan sehingga dapat dipahami oleh penerima yang
mempunyai pandangan dan pengalaman berbeda. Kalau mungkin, kita harus
mempelajari mengenai latar belakang mereka yang akan berkomunikasi dengan kita.
2. Emosi
Reaksi emosional marah, cinta, mempertahankan
pendapat, benci, cemburu, takut, malu, dapat mempengaruhi cara kita memahami
pesan orang lain dan cara kita mempengaruhi orang lain dengan pesan kita
sendiri.
Pendekatan terbaik untuk berhubungan dengan
emosi adalah menerimanya sebagai bagian dari proses komunikasi dan mencoba
untuk memahaminya ketika emosi menimbulkan masalah.
3. Ketidakkonsistenan
antara komunikasi verbal dan non-verbal
Banyak yang berpendapat bahwa bahasa lisan
dan tertulis sebagai medium utama komunikasi, tetapi pesan yang kita kirimkan
dan kita terima amat dipengaruhi oleh faktor nonverbal seperti gerakan tubuh,
pakaian, jarak berdiri antar orang yang berbicara, postur, gerakan anggota
badan, ekspresi wajah, gerakan mata, dan sentuhan badan. Bahkan pesan yang amat
sederhana seperti “Selamat pagi”, dapat di sampaikan dengan maksud berbeda-beda
dengan komunikasi nonverbal.
Kunci untuk menghilangkan ketidakkonsistenan
dalam komunikasi adalah mewaspadainya dan berjaga-jaga agar tidak mengirimkan
pesan palsu. Komunikasi nonverbal harus selaras dengan pesan verbal.
4. Kepercayaan
Seorang penerima mempercayai atau mencurigai
suatu pesan pada umunya merupakan fungsi kredibilitas dari pengririm dalam
pikiran penerima. Kredibilitas pengirim dipengaruhi oleh lingkungan dalam
konteks dia mengirirmkan pesan.
Pada umumnya, kredibilitasseorang pemimpin
akan tinggi kalau dia dianggap oleh orang lain berpengetahuan luas, dapat
dipercaya, dan tulus menyangkut kesejahteraan lain. Kredibilitas merupakan
hasil dari proses jangka panjang yang mana kejujuran seseorang, keadilan, dan
maksud baik dikenal oleh orang lain.
Seorang pemimpin
dituntut untuk menguasai komunikasi verbal secara efektif. Untuk itu maka
sebaiknya menyadari kelemahannya dan berusaha menutupi kekurangannya dengan
mengupayakan diri memperbaiki diri. Usaha yang dapat dilakukan adalah mempraktikkan kemahiran bicaranya di pantai dan berpidato
di sana. Dia keluarkan suaranya sekeras-kerasnya melawan suara ombak. Tentu
saja, dengan seringnya berlatih demikian, maka pada saat menghadapi audiens
atau lawan bicara yang sebenarnya dia tidak mendapat kesulitan lagi.
Usaha kedua yang dapat dilakukan adalah
mengikuti training mengenai
komunikasi. Seperti disebutkan di atas, keterampilan dalam berkomunikasi secara
efektif dapat dipelajari dan dikuasai dengan latihan rutin dan berkesinambungan
secara terus menerus. Untuk itu, saat ini ada lembaga yang menyelenggarakan
training, khusus melatih pesertanya dalam keterampilan berkomunikasi efektif.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam menciptakan suatu komunikasi yang efektif.
1. Ketahui mitra bicara (Audience)
Kita
harus sangat sadar dengan siapa kita bicara, apakah dengan orang tua, anak-anak,
laki-laki atau perempuan, status sosialnya seperti apa pangkat, jabatan dan
semacamnya petani, pengusaha, guru, kyai, dan lain-lain. Dengan mengetahui audience
kita, kita harus cerdik dalam memilih kata-kata yang digunakan dalam menyampaikan
informasi atau buah fikiran kita. Artinya, bahasa yang dipakai harus sesuai
dengan bahasa yang mudah dipahami oleh audience kita. Berbicara dengan
orang dewasa tentu akan sangat berbeda dengan berbicara kepada ana-kanak.
Berbicara
dengan atasan tentu akan berbeda berbicara pada bawahan atau teman sederajat.
Pengetahuan mitra bicara kitapun harus diperhatikan. Informasi yang disampaikan
mungkin saja bukan hal yang baru bagi mitra kita, tetapi kalau penyampaiannya
dengan menggunakan jargon-jargon atau istilah-istilah yang tidak dipahami oleh
mitra, informasi atau gagasan yang kita sampaikan bisa saja tidak dapat dipahami.
Jadi, dengan memperhatikan mitra bicara kita, kita akan dapat menyesuaikan diri
dalam berkomunikasi dengannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar