Jasa komunikasi meningkat secara dramatis
di tahun 1980an dengan perwakilan dari sejumlah partnr asing dan
sebagai sebuah hasil dari perkembangan industry elektronik. Sejumlah
telepon digunakan di tahun 1987 mencapai 9.2 juta, dan meningkat di
tahun 1980, ketika ada 28 juta pengguna (meningkat 4 kali lipat).
Radio, dan sejumlah media televisi
lainnya, turut mengalami peningkatan. Jepang mendirikan station radio di
Seoul di tahun 1927; di tahun 1945 60.000 buah radio terpasang di
negara tersebut. Di tahun 1987, hampir 42 juta radio penerima digunakan,
dan lebih dari 100 stasion radio mengudara. Radio transistor dan
televisi dipasang disejumlah daerah perkotaan. Perangkat televisi, saat
ini menjadi produk massal di Korea Selatan, tidak terlalu mahal, dan
banyak dari masyarakat kota dan sejumlah keluarga pedesaan yang
signifikan memiliki atau memiliki akses ke televise. Kepemilikan
televise meningkat dari 25.000 di tahun 1961 menjadi 8.6 juta di tahun
1987, dan lebih dari 250 stasion TV mengudara.
IT dan Perkembangan BroadBand
Saat ini, Korea Selatan telah menjadi
salah satu pengguna broadband terbesar di dunia. Pertumbuhan broadband
Korea Selatan menjadi salah satu yang paling besar. Pemerintah secara
aktif mempromosikan privatisasi dan deregulasi secara umum. Pemerintah
menetapkan reformasi struktural di bulan Juli 1990. Sejak pertengahan
tahun 1990an, Kementrian informasi dan Komunikasi (MIC) telah merancang
telekomunikasi kecepatan tinggi sebagai infrastruktur dalam membangun
“knowledge based society”. Dalam sektor telekomunikasi, kompetisi
diperbolehkan dalam sejumlah bidang dan pasar dalam penambahan nilai
pelayanan. Di bulan Maret 1995, Korea Information Infrastructure (KII)
dibangun. Tujuan KII adalah meningkatkan infrastruktur IT. Di bulan
Agustus 1995, rancangan undang-undang dalam promosi informasi dibuat.
Ketika menghadapi krisis ekonomi di tahun
1997, sektor IT menjadi salah satu target utama yang dimaksudkan untuk
menyembuhkan ekonomi Korea. Di tahun 1999, pemerintah
mengimplementasikan program yang dikenal dengan istilah Cyber Korea 21,
yang dibuat untuk meningkatkan perkembangan IT. Di tahun 1999,
pemerintah menyediakan pinjaman sebesar US$77 juta untuk sub-urban area,
kota kecil, dan area industry regional. Sebanyak US$926 juta disediakan
sampai tahun 2005 dalam menyuplai area pedesaan dalam broadband.
Pemerintah menyediakan “internet literacy” untuk pembantu rumah tangga,
orang tua, personel militer, dan petani. Di juni 2000, pemerintah
mengimplementasikan proyek “Ten Million People Internet Education”.

Sirkulasi harian (November 2001), harian nasional (seluruhnya di Seoul):
- Chosun Ilbo (2,450,000)
- Joong-ang Ilbo (2,350,000)
- Dong-a Ilbo (2,100,000)
- Hankook Ilbo (700,000)
- Kyunghyang Shinmun (450,000)
- Hankyoreh Shinmun (450,000)
- Korea Daily News (400,000)
- Kukmin Daily (350,000)
- Munhwa Ilbo (300,000)
- Segye Times (200,000)
Harian Lokal:
- Busan Ilbo (400,000)
- Daegu Maeil Shinmun (170,000)
- Kookje Daily News (of Busan)(100,000)
Press di Korea Selatan kemudian
berkembang dan memiliki hubungan dengan arus media internasional yang
awalnya dimiliki oleh pemrintah, akan tetapi saat ini diserahkan kepada
publik. Aliran informasi di Korea Selatan mengalami perkembangan yang
cukup signifikan dan dapat menjadi sebuah sarana propaganda politik.
Awalnya pers di korea Selatan bersifat otoritarian, akhirnya dia beralih
ke revolusioner dan akhirnya menjadi libertarian di era keterbukaan
informasi saat ini.
Perbandingan proses antar batas dalam
memberikan sebuah proses antar batas negara dalam beberapa negara,
dimulai dan diakhiri dalam negara yang sama, akan menjadi ukuran dasar
operasional dalam proses yang lain. Pesan atau berita lokal dan
non-lokal, non-lokal kepada pesan atau berita luar negeri, berita atau
pesan domestik dan luar negeri merupakan contoh dari perbandingan ukuran
dalam kategori. Perbandingan luar-dalam aliran informasi dapat
dijelaskan dalam dimensi “nasional” dan “internasional” dari beberapa
aktivitas seperti ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pertukaran pelajar,
dan aturan langsung dalam pertukaran itu.
Sampai saat ini, studi tentang aliran informasi lebih terfokus kepada keutamaan dalam pengujian channels/
saluran dan isi, meninggalkan akhir dari proses baik sumber dan
tujuan-yang tidak disentuh. Ada beberapa usaha yang sangat serius untuk
menguji sumber-sumber proses, untuk melihat aktor baru, dan menganalisa
produksi awal seperti produksi pesan. Usaha yang sama dibuat untuk studi
berharga yang masuk apa kegunaan informasi tersebut, dan bagaimana
informasi tersebut akhirnya disampaikan dan diserap oleh penonton.
Sebagai contoh, ada perkembangan dalam kecenderungan penelitian dalam
difusi global dari berita dan informasi yang meliputi berbagai faktor
yang selalu disimpulkan dari distribusinya. Karena hal ini, dan terkait
dengan kurangnya penelitian sistematis, negara penerima informasi
selanjutnya akan mengetahui aliran informasi internasional terbagi dan
tidak menunjukkan skala penuh dalam investigasi dimana efek yang
memungkinkan dari sistem informasi dalam kebijakan, politik, dan ekonomi
internasional.
Teknologi komunikasi, perluasan pasar
nasional dan internasional, serta penciptaan kebijakan dan regulasi
institusional telah membuat tataran distribusi menjadi rangkaian yang
paling penting dalam rantai sistem komunikasi. Kecuali sebuah negara
memiliki pengawasan terhadap seluruh proses distribusi, sebuah pesan
akan menjadi tidak tepat. Sebuah pesan yang dibuat dengan tepat, jika
tidak disampaikan (tidak pergi kemanapun), tidak akan memiliki pengaruh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar