Selasa, 15 Maret 2016

Keberhasilan Telekomunikasi di Korea Selatan

Jasa komunikasi meningkat secara dramatis di tahun 1980an dengan perwakilan dari sejumlah partnr asing dan sebagai sebuah hasil dari perkembangan industry elektronik. Sejumlah telepon digunakan di tahun 1987 mencapai 9.2 juta, dan meningkat di tahun 1980, ketika ada 28 juta pengguna (meningkat 4 kali lipat).
Radio, dan sejumlah media televisi lainnya, turut mengalami peningkatan. Jepang mendirikan station radio di Seoul di tahun 1927; di tahun 1945 60.000 buah radio terpasang di negara tersebut. Di tahun 1987, hampir 42 juta radio penerima digunakan, dan lebih dari 100 stasion radio mengudara. Radio transistor dan televisi dipasang disejumlah daerah perkotaan. Perangkat televisi, saat ini menjadi produk massal di Korea Selatan, tidak terlalu mahal, dan banyak dari masyarakat kota dan sejumlah keluarga pedesaan yang signifikan memiliki atau memiliki akses ke televise. Kepemilikan televise meningkat dari 25.000 di tahun 1961 menjadi 8.6 juta di tahun 1987, dan lebih dari 250 stasion TV mengudara.

IT dan Perkembangan BroadBand
Saat ini, Korea Selatan telah menjadi salah satu pengguna broadband terbesar di dunia. Pertumbuhan broadband Korea Selatan menjadi salah satu yang paling besar. Pemerintah secara aktif mempromosikan privatisasi dan deregulasi secara umum. Pemerintah menetapkan reformasi struktural di bulan Juli 1990. Sejak pertengahan tahun 1990an, Kementrian informasi dan Komunikasi (MIC) telah merancang telekomunikasi kecepatan tinggi sebagai infrastruktur dalam membangun “knowledge based society”. Dalam sektor telekomunikasi, kompetisi diperbolehkan dalam sejumlah bidang dan pasar dalam penambahan nilai pelayanan. Di bulan Maret 1995, Korea Information Infrastructure (KII) dibangun. Tujuan KII adalah meningkatkan infrastruktur IT. Di bulan Agustus 1995, rancangan undang-undang dalam promosi informasi dibuat.
Ketika menghadapi krisis ekonomi di tahun 1997, sektor IT menjadi salah satu target utama yang dimaksudkan untuk menyembuhkan ekonomi Korea. Di tahun 1999, pemerintah mengimplementasikan program yang dikenal dengan istilah Cyber Korea 21, yang dibuat untuk meningkatkan perkembangan IT. Di tahun 1999, pemerintah menyediakan pinjaman sebesar US$77 juta untuk sub-urban area, kota kecil, dan area industry regional. Sebanyak US$926 juta disediakan sampai tahun 2005 dalam menyuplai area pedesaan dalam broadband. Pemerintah menyediakan “internet literacy” untuk pembantu rumah tangga, orang tua, personel militer, dan petani. Di juni 2000, pemerintah mengimplementasikan proyek “Ten Million People Internet Education”.
Sirkulasi harian (November 2001), harian nasional (seluruhnya di Seoul):
  • Chosun Ilbo (2,450,000)
  • Joong-ang Ilbo (2,350,000)
  • Dong-a Ilbo (2,100,000)
  • Hankook Ilbo (700,000)
  • Kyunghyang Shinmun (450,000)
  • Hankyoreh Shinmun (450,000)
  • Korea Daily News (400,000)
  • Kukmin Daily (350,000)
  • Munhwa Ilbo (300,000)
  • Segye Times (200,000)
Harian Lokal:
  • Busan Ilbo (400,000)
  • Daegu Maeil Shinmun (170,000)
  • Kookje Daily News (of Busan)(100,000)
Press di Korea Selatan kemudian berkembang dan memiliki hubungan dengan arus media internasional yang awalnya dimiliki oleh pemrintah, akan tetapi saat ini diserahkan kepada publik. Aliran informasi di Korea Selatan mengalami perkembangan yang cukup signifikan dan dapat menjadi sebuah sarana propaganda politik. Awalnya pers di korea Selatan bersifat otoritarian, akhirnya dia beralih ke revolusioner dan akhirnya menjadi libertarian di era keterbukaan informasi saat ini.
Perbandingan proses antar batas dalam memberikan sebuah proses antar batas negara dalam beberapa negara, dimulai dan diakhiri dalam negara yang sama, akan menjadi ukuran dasar operasional dalam proses yang lain. Pesan atau berita lokal dan non-lokal, non-lokal kepada pesan atau berita luar negeri, berita atau pesan domestik dan luar negeri merupakan contoh dari perbandingan ukuran dalam kategori. Perbandingan luar-dalam aliran informasi dapat dijelaskan dalam dimensi “nasional” dan “internasional” dari beberapa aktivitas seperti ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pertukaran pelajar, dan aturan langsung dalam pertukaran itu.
Sampai saat ini, studi tentang aliran informasi lebih terfokus kepada keutamaan dalam pengujian channels/ saluran dan isi, meninggalkan akhir dari proses baik sumber dan tujuan-yang tidak disentuh. Ada beberapa usaha yang sangat serius untuk menguji sumber-sumber proses, untuk melihat aktor baru, dan menganalisa produksi awal seperti produksi pesan. Usaha yang sama dibuat untuk studi berharga yang masuk apa kegunaan informasi tersebut, dan bagaimana informasi tersebut akhirnya disampaikan dan diserap oleh penonton. Sebagai contoh, ada perkembangan dalam kecenderungan penelitian dalam difusi global dari berita dan informasi yang meliputi berbagai faktor yang selalu disimpulkan dari distribusinya. Karena hal ini, dan terkait dengan kurangnya penelitian sistematis, negara penerima informasi selanjutnya akan mengetahui aliran informasi internasional terbagi dan tidak menunjukkan skala penuh dalam investigasi dimana efek yang memungkinkan dari sistem informasi dalam kebijakan, politik, dan ekonomi internasional.
Teknologi komunikasi, perluasan pasar nasional dan internasional, serta penciptaan kebijakan dan regulasi institusional telah membuat tataran distribusi menjadi rangkaian yang paling penting dalam rantai sistem komunikasi. Kecuali sebuah negara memiliki pengawasan terhadap seluruh proses distribusi, sebuah pesan akan menjadi tidak tepat. Sebuah pesan yang dibuat dengan tepat, jika tidak disampaikan (tidak pergi kemanapun), tidak akan memiliki pengaruh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar